BERPIKIR KRITIS

“Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.”  Amsal 20:25

“Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.” Amsal 15:28

Yesus yang berpikir kritis

Bacalah dan renungkan, hal-hal apa saja yang dapat kamu pelajari dari Yesus dalam menghadapi masalah, tantangan, dan asumsi sehubungan dengan berpikir kritis.

  • Yesus dicobai mengenai uang pajak (Matius 22:15-22)
  • Yesus dicobai mengenai hukuman mati terhadap wanita yang tertangkan berbuat zinah (Yoh 8:1-11)
  • Yesus disalib (Lukas 23:33-43)

Apa itu berpikir kritis?

Berpikir kritis adalah sebuah seni disiplin dimana kamu menggunakan pengertian atau pemikiran terbaikmu dalam setiap situasi. Memahami keadaan dari gambaran besarnya, seperti melihat pulau bukan dari daratan pula tersebut, tetapi melihat dari atas atau ketinggian. Setiap kita memiliki banyak pilihan. Kita membutuhkan informasi terbaik untuk membuat keputusan terbaik .Definisi lain dari berpikir kritis (critical thinking) adalah kemampuan dan kesediaan untuk membuat penilaian terhadap sejumlah pernyataan dan membuat keputusan obyektif berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang sehat dan fakta-fakta yang mendukung, bukan berdasarkan pada emosi dan anekdot.Berpikir kritis adalah cara kita memeriksa kebenaran: Apakah ini memang benar?. Dalam tiap pernyataan dan ide memiliki tingkat kebenaran yang berbeda. Tingkat kebenaran ini bisa mulai dari kepastian  yang absolut sampai kemungkinan yang biasa (relatif).Para pemikir kritis mampu mencari kekurangan yang terdapat dalam argumen dan menolak pernyataan-pernyataan yang tidak di dukung oleh fakta. Mereka menyadai bahwa mengkritik sebuah argumen tidak sama dengan mengkritik orang yang membuat argumen tersebut Berpikir kritis memungkinkan kita untuk menemukan kebenaran di tengah banjir kejadian dan informasi yang mengelilingi kita..Berpikir kristis juga berarti memeriksa logika yang digunakan. Dengan argumen logis, dinyatakan bahwa simpulan harus bisa dirunut dari langkah sebelumnya. Pada akhirnya, berpikir kritis akan menyimpulkan: Ini salahIni meragukkan Ini belum terbuktiIni telah terbukti.Jika kamu suka Honda Supra X dibandingkan dengan Yamaha Jupiter, tidak ada orang yang akan mendebat kamu. Tetapi jika kamu mengatakan “Honda Supra X jauh lebih baik daripada Yamaha Jupiter”, apa yang kamu lontarkan lebih dari sekedar pendapat atau selera. Selanjutnya kamu harus mendukung pernyataanmu dengan fakta-fakta yang menyangkut kehandalan motor, keamanan dan trackrecord-nya. Selanjutnya jika kamu mengatakan “Honda Supra X adalah motor yang terbaik di dunia, sedangkan Yamaha Jupiter itu tidak pernah dijual di Indonesia”, kamu akan kehilangan kepercayaan publik . Jika pendapatmu mengabaikan realitas, pendapatmu tidak akan diterima orang lain.

Metode Berpikir Kritis

Berikut delapan panduan penting dalam berpikir kritis dalam menghadapai berbagai pendapat dan ide.

1. Ajukan pertanyaan: Bersedialah Mengagumi dan Bertanya.

    Beberapa pertanyaan-perntanyaan yang dilontarkan anak kecil yang kerap kali membuat orang tua jengkel adalah “Bu, mengapa langit berwarna biru?”, “Mengapa pesawat terbang tidak jatuh?”,  “Mengapa kerbau ti dak bersayap?”. Sayangnya ketika beranjak dewasa, anak-anak cenderung berhenti mengajukan pertanyaan “mengapa” seperti itu (Menurut kamu mengapa?)Mekanisme pemicu untuk berpikir kreatif adalah kecenderungan untuk ingin tahu, untuk beroikir, untuk menyelidiki, untuk bertanya. Psikolog Bon Perloff pernah menggambarkan pertanyaan yang tidak kunjung datang jawabannya. “mengapa pelanmgi bentunknya melengkung? Saya dulu merasa bodoh, bahkan dungu; karena saya tidak tahu bagaimana atau mengapa matahari bersinar; sampai belakangan ini saya mengetahui bahwa para ahli astrofisika sendiri masih bingung mengenai hal ini”.Para ilmuwan tidak pernya menyerah oleh fakta pada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab; mereka justru melihatnya sebagai tantangan yang menarik.

    2. Mendefinisikan istilah yang kamu gunakan.

      Begitu kamu mengajukan pertanyaan umum, langkah berikutnya adalah merumuskannya kedalam istilah yang jelas dan konkret. “Apa yang membuat seseorang berbahagia?”, merupakan pertanyaan yang bagus, namun pertanyaan ini tidak akan mendapatkan jawaban sebelum kamu mendefinisikan apa yang kamu artikan sebagai “bahagia”. Apakah yang kamu maksudkan adalah kondisi euforia (semu) yang terjadi hampir setiap saat? Apakah yang kamu maksudkan adalah perasaan senang menghadapi hidup? Atau maksudnya terbebas dari masalah atau rasa sakit yang serius?

      3. Menilai fakta

        Seorang dokter pada awal abad 19 menemukan bahwa dengan mencuci tangan akan mengurangi jumlah kematian pasien yang dioperasi, tetapi pendapat itu terlihat konyol dihadapan koleganya, sehingga ia menjadi depresi atas tanggapan para dokter waktu itu. Setalah ia meninggal beberapa tahun kemudian para dokter menyadari bahwa kematian pasien yang dioperasi disebabkan oleh kuman yang menempel pada tangan dokter yang tidak dicuci, sehingga pasien tertular kuman dari pasien sebelumnya.Menilai fakta itu penting sebelum memberi tanggapan terhadap sebuah pernyataan atau ide, jika tidak kita akan salah bereaksi dan banyak kerugian yang akan terjadi.

        4. Menganalisa Berbagai Asumsi dan Bias.

          Asumsi adalah keyakinan-keyakinan yang di terima begitu saja tanpa dipertanyakan lagi. Para pemikir kritis mencoba mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi-asumsi yang sudah tidak diperdebatkan lagi.Di Indonesia berkembang sebuah pemikiran bahwa orang yang menggunakan kopya pasti orang muslim. Jika kita katakan kopya adalah pakaian muslim, maka banyak orang yang akan mengangguk setuju. Tetapi jika kita melihat faktanya lebih dalam, maka kita kana menemukan bahwa kopya bukanlah pakaian muslim, dengan fakta-fakta sebagai berikut, Tidak semua orang muslim menggunakan kopya apalagi mereka yang ada di daerah Arab. Kopya adalah pakaian tradisional orang-orang Melayu dan di beberapa daerah dapat ditemukan bahwa tidak hanya orang muslim yang mengenakan kopya.

          5. Menghindari Penalaran yang Bersifat Emosional

          Emosi ikut berperan dalam berpikir kritis. Jika firasat kita selalu di dasarkan pada perasaan dan mengabaikan pemikiran yang jernih, akibatnya bisa fatal “Penganiaayaan, perang, penyiksaaan adalah akibat fatal dari firasat yang selalu didasarkan pada perasaan” demikian kesimpulan Edward de Bono. Keyakinan yang hanya bersifat emosional tidak dapat menyelesaikan sejumlah argumen

          6. Jangan terlalu Menyederhanakan Masalah.

            Seorang pemikir kritis berusaha meninjau lebih jauh melampaui hal-hal yang sudah nayata dan jelas. Ia menolak melakukan generalisasi yang terlalu cepat dan menolak berpikir “secara kaku”. Suatu contoh, seorang pejabat di kantor imigrasi dapat meloloskan seorang narapidana untuk lari keluar negeri karena di suap, lalu kita berpikir seluruh pejabat di kantor imigrasi adalah koruptor. Ini adalah generalisasi yang kurang tepat.

            7. Mempertimbangkan Beberapa Interpretasi Lain.

              Seorang pemikir kritis secara kreatif menghasilkan sebanyak mungkin penjelasan yang masuk akal mengenai topik yang dihadapi, sebelum menetapkan kemungkinan yang paling benar.Bila seorang peramal nasib membaca garis tangan Anda dan meramalkan bahwa tidak lama lagi  kamu akan jatuh cinta, kaan melakukan perjalanan ke Zanzibar dan akan memiliki dua anak kembar, salah satu dari dua hal berikut pasti benar:§  Sang peramal tersebut tahu berbagai kemungkinan interaksi yang tak terbatas jumlahnya antara manusia, hewan, kejadian, benda-benda dan situasi lingkungan yang dapat mempengaruhi hidup kamu. Selain itu, peramal tersebut juga mamapu mengubah semua hukum fisika dan menggugurkan ratusan hasil kajian yang menyimpulkan bahwa tidak ada seorangpun yang mampu meramalkan masa depan.ATAU§  Peramal itu berbohong.Seorang pemikir kritis akan memilih alternatif kedua karena alternatif tersebut menuntut jumlah asumsi yang lebih sedikit dan memiliki banyak fakta pendukung.

              8. Mentolerir Ketidakpastian

                Pada  akhirnya, belajar berpikir kritis mengajarkan kepada kita suatu pelajaran hidup yang paling suliut, yaitu; bagaimana hidup berdampingan dengan ketidakpastian. Para pemikir kritis bersedia menerima kondidi tidak pasti. Mereka tidak takut mengatakan “saya tidak tahu” atau “saya tidak yakin”. Pengakuan ini bukanlah suatu usaha untuk menghindarkan atau mengelak, namun merupakan sebuah bentuk pemacu untuk penyelidikan yang lebih kreatif lagi.
                Berikut langkah-langkah tepat dalam menjadi pemikir kritis, yang dapat kamu gunakan untuk melatih kemampuan berpikir kritismu:

                1. Bangunkan pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah yang penting, formulasikan hal-hal tersebut dengan tepat dan jelas;
                2. Hubungkan dan nilailah dengan informasi yang berhubungan dengan hal-hal tersebut, dan artikan secara efektif;
                3. Hasilkan sebuah kesimpulan dan solusi yang masuk akal, lalu uji dengan kriteria yang relevan dan standart;
                4. Berpikiran terbuka dengan sistem berpikir alternatif, kenali dan uji, khususnya asumsi, implikasi (akibat) dan konsekuensi praktis mereka; dan
                5. Komunikasikan secara efektif dengan orang lain dalam memahami solusi terhadap masalah yang kompleks.

                HIKMAT DARI ALLAH

                Pendahuluan

                Abad 20-an adalah masa dimana ledakan informasi terjadi. Pengetahuan berkembang begitu cepat, begitu juga dengan teknologi. Namun hikmat manusia masih belum mampu menjawab pertanyaan kehidupan spiritual yang mendasar, seperti “Bagaimana kita ada disini?”,  “Kemana kita akan pergi setelah mati?”, ‘Apa arti dari hidup ini?”.

                Hikmat Sejati dimulai dari TUHAN.

                Allah mendefinisikan hikmat dengan cara demikian “Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayub 28:28). Menurut ayat tersebut adalah bijak jika kita memilih untuk bergantung kepada Tuhan dan perc aya kepada-Nya serta meninggalkan dosa-dosa kita.Hikmatyang dari Tuhan berbeda dengan hikmat manusia. Paulus menjelaskan perbedaan sebagai berikut : “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah… Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?” (1 Korintus 1:18, 20)
                Perolehlah hikmat

                “Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.  Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.” (Amsal 4:5-6). “

                Perolehlah hikmat dan perolehlah pengertian” bukan sekedar menerima hikmat dari Tuhan, pergi ke sekolah atau mengambil kursus, melainkan suatu usaha untuk menjadi lebih berhikmat dan berpengertian dari sehari kesehari.

                Pentingnya untuk mendapatkan hikmat

                Pentingnya untuk mendapatkan hikmat adalah mendapatkan kebahagiaan. Amsal 3:13 berkata “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,”“Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.  Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 24:13-14)Siapa memperoleh akal budi (wisdom), mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.” (Amsal 19:8)

                Dalam Amsal 8:32-36 hikmat berbicara demikian:  “Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku…  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.  Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

                Dapatkan hikmat, dapatkan pengetahuan, karena itu sangat penting, sebab Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.” (Amsal 16:16)

                Karakteristik orang yang memiliki hikmatKarakteristik orang yang memiliki hikmat adalah sebagai berikut:

                1. Takut akan Tuhan, seperti yang Alkitab katakan “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 15:21)
                2. Rendah hati, “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.” (Amsal 11:2). Kerendahan hati adalah dasar untuk memperoleh hikmat ilahi, karena orang yang rendah hati adalah orang yang dapat diajar dan mau untuk berubah dan bertumbuh. Orang yang congkak menolak untuk mengakui kekurangannya dan kebutuhannya untuk bertumbuh.  Sedangkan orang yang rendah hati terbuka terhadap masukan dan bersedia untuk dikoreksi dan mengikuti kebenaran.
                3. Taat kepada Firman Tuhan. Takut akan Tuhan menghasilkan kebergantungan kepada Tuhan, rendah hati mengarahkan kita kepada kerintuan untuk mengikuti apa yang benar, yaitu Firman-Nya. Seperti yang Musa katakan:

                “ Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian … Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi” (Ulangan 4:5-7)Juga seperti yang Yesus katakan:“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Matius 7:24)

                Bagaimana kita mendapatkan hikmat ?

                1. Berhasratlah untuk mendapatkan hikmat dengan sekuat mungkin.

                Amsal 4:8 berkata “Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.”, kata “junjunglah” dalam terjemahan KJV adalah “prize her highly”, yang berarti hargailah setinggi mungkin. Dapatkan hikmat  sebagai sesuatu yang berharga dan kita cintai. Kita harus mempunyai keinginan untuk menjual segalanya untuk membelinya atau “ jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,” (Amsal 2:4)

                1. Belajar dan renungkan Firman Tuhan, sebab “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mazmur 19:8). Bacalah Firman Tuhan dan buku-buku yang menambah wawasan kita, khususnya yang sehubunga n dengan kehidupan Kristiani kita.

                Rata-rata kita dapat membaca 250 kata permenit. Disarankan untuk membaca minimal 15 menit sehari. Dalam satu tahun (356 hari), kamu akan membaca selama 5.475 menit, jika dikalikan dengan jumlah kata yang kamu baca permenit, maka kamu telah memabca 1.368.750 kata pertahun.Kebanyakan buku memiliki 300 – 400 kata per halaman, jika kita mengandaikan dalam satu halaman terdapat 350 kata, itu artinya kita telah membaca 3.910 halaman pertahun, itu sama saja dengan kita telah membaca sekitar 20 buku pertahunnya.

                1. Berdoa.
                Berdoalah

                Salomo tidaklah terlahir sebagai manusia yang bijaksana. Ia berdoa untuk kebijaksanaan dan Tuhan berkata Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,” (1 raja-raja 3:11). Dan Daniel mengakui dirinya jikalau ia tidak memiliki hikmat di dalam dirinya “Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan,” (Daniel 2:23). Paulus berdoa untuk jemaat Kolose, “Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna” (Kolose 1:9), kepada jemaat di Efesus “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.”. Dan Yakobus menyarankan kepada kita “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus1:5)

                1. Berpikirlah sesering mungkin tentang akhir hidup kita. Mazmur 90:12 berkata “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Dengan menimbang kematian kita, kita akan menjadi bijaksana dalam memilih aktivitas yang oenting di sisa waktu hidup kita, karena itu berpikirlah tentang akhir hidup kiita.
                2. Datanglah pada Yesus.

                Yesus berkata “Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!” (Matius 12:42). Paulus mengatakan “Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. “ (1 korintus 1:24), Datanglah pada Yesus, datanglah padanya “sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” (Kolose 2:3).